Inilah sosok pendiri sekaligus pemimpin dari ormas FPI yang
telah melakukan berbagai gebrakan luar biasa di berbagai lini kehidupan
masyarakat. Beliau lah Habib Rizieq Shihab. Beliau memiliki biografi yang cukup
terkenal ditengah-tengah masyarakat Indonesia. Meskipun sebagian orang
menganggap beliau memiliki pemikiran yang keras, namun hal tersebut tidak serta
merta mampu menyurutkan tekad beliau untuk menegakkan hukum Islam di Indonesia
dengan fatwa amar ma'ruf nahi munkarnya. Berikut biografi selengkapnya mengenai
sang pemimpin FPI, Habib Rizieq Shihab.
SEKILAS BIOGRAFI HABIB RIZIEQ SHIHAB
SEKILAS BIOGRAFI HABIB RIZIEQ SHIHAB
Nama Lengkap: Dr. Muhammad Rizieq bin Husein Shihab,
Lc. M.A. DPMSS.
Kelahiran: Jakarta, 24 Agustus 1965.
Orang Tua: Habib Husein bin Muhammad Shihab &
Syarifah Sidah Al-Atthas.
Istri: Syarifah Fadhlun.
Putera-puteri: Rufaidah Shihab, Humairah Shihab,
Zulfa Shihab, Najwa Shihab, dan Mumtaz Shihab.
Karya: Tegakkan Syari'at Islam (2011), Hancurkan
Liberalisme (2011), Wawasan Kebangsaan Menuju NKRI Bersyari'ah (2012), Dialog
FPI, Amar Ma'ruf Nahi Munkar, Kumpulan Shalawat.
Penghargaan: Pernah dinobatkan sebagai Mufti Agung
Kesultanan Sulu Darul Islam oleh Sultan Sulu dengan gelar Datu Paduka maulana
Syar'i Sulu (DPMSS) pada 19 Maret 2009
RIWAYAT
KELUARGA.
Dr. Muhammad Rizieq bin Husein Shihab, Lc. M.A. DPMSS atau yang lebih akrab dikenal Habib Rizieq lahir di Jakarta 24 Agustus 1965. Beliau saat ini berumur 51 tahun. Beliau adalah seoorang tokoh Islam Indonesia yang dikenal sebagai pendiri dan pemimpin organisasi Front Pembela Islam (FPI). Beliau adalah seorang Habib keturunan ke-38 Nabi Muhammad S.A.W dengan klan Shihab (merujuk pada Shihabbuddin Al Bin Syekh) yang silsillahnya dapat ditelusuri sampai kepada Sayyidina 'Ali bin Abi Thalib melalui Imam Ahmad Al-Muhajjir. Sementara itu, istrinya yang bernama Syarifah Fadhlun merupakan keluarga Sayyid dari klan Al Bin Yahya. Keduanya menikah pada 11 September 1987 dan dikaruniai 5 orang anak, yakni Rufaidah Shihab, Humairah Shihab, Zulfa Shihab, Najwa Shihab, dan Mumtaz Shihab. Kelima anaknya disekolahkan di Jam'iyyat Khair serta didatangkan juga guru privat ilmu agama dan ilmu umum. Beliau kini tinggal di Jl. Petamburan III No. 83 - Tanah Abang - Jakarta Pusat. Diujung gang rumahnya terdapat sebuah toko minyak wangi dan perlengkapan shalat milik Habib Rizieq.
Habib Rizieq adalah anak kelima dari lima bersaudara. Beliau
lahir di Jakarta pada tanggal 24 Agustus 1965 dari pasangan Habib Husein bin
Muhammad Shihab dan Syarifah Sidah Al-Atthas. Kedua orang tuanya merupakan
orang betawi keturunan Hadrammaut - Yaman. Ayahnya, Habib Husein bin Muhammad
bin Husein bin Abdullah bin Husein bin Muhammad bin Syekh bin Muhammad Shihab
(lahir 1920) adalah salah seorang pendiri Gerakan Pandu Arab Indonesia (GPAI)
yang didirikan bersama teman-temannya pada tahun 1937. Pandu Arab Indonesia
adalah sebuah perkumpulan kepanduan yang didirikan oleh orang Indonesia
keturunan Arab yang berada di Jakarta yang selanjutnya berganti menjadi Pandu
Islam Indonesia (PII).
Menurut sejumlah teman dari almarhum Habib Husein Shihab
yang kini rata-rata berusia diatas 80 tahun, pemimpin Pandu Arab Indonesia ini
pernah bekerja di Rode Kruis (kini Palang Merah Indonesia) pada masa kembalinya
Belanda setelah proklamasi kemerdekaan. Habib Husein yang ketika itu berusia 20
tahun bekerja di bagian logistik. Disini beliau memiliki banyak hubungan dengan
para pejuang kemerdekaan. Dia banyak memberikan makanan dan pakaian untuk para
pejuang yang ketika itu bergerilya di Jakarta dan sekitarnya. Rupanya pihak
NICA (tentara Belanda) mengendus tingkah lakunya itu karena kawannya sendiri
yang tega menghianati dan melaporkannya pada NICA. Tanpa ampun lagi, Habib
Husein Shihab pun ditangkap. Kedua tangannya diikat dan dibawa dengan kendaraan
Jip.
Beliau dipenjara dan divonis hukuman mati oleh Belanda.
Namun Habib Husein Shihab berhasil kabur dari penjara dengan melompat ke Kali
Malang. Beliau selamat dengan luka tembak pada pantatnya. Beliau tersadar
setelah beliau mendapat pertolongan dari K.H. Nur Ali pejuang Bekasi yang
sangat ditakuti NICA.
NASAB HABIB RIZIEQ SHIHAB
Habib Muhammad Rizieq Shihab bin Husein bin Muhammad Husein
bin Abdullah bin Husein bin Muhammad bin Syekh bin Muhammad bin Ali bin
Muhammad bin Ahmad Shihabuddin Al-Asghar bin Abdurrahman Al-Qadhi bin Ahmad
Syihabuddin Al-Akbar bin Abdurrahman bin Syekh Ali bin Abu Bakr As-Sakran bin
Abdurrahman Assegaf bin Muhammad Maulad Daawilah bin Ali bin Alwi Ibnul Faqih
bin Muhammad Al-Faqihil Muqaddam bin Ali Walidil Faqih bin Muhammad Shahib
Murbath bin Ali Khala' Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi Ubaidillah bin
Ahmad Al-Muhajjir bin Isa An-Naqib bin Muhammad Jamaluddin bin Ali Al-Uraidhi
bin Ja'far As-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein
As-Sibth bin Ali bin Abi Thalib wa Fathimah Az-Zahra Binta Rasulullah Muhammad
S.A.W.
PENDIDIKAN
Habib Rizieq lulus Sekolah Dasar pada tahun 1976. Beliau
melanjutkan sekolah di SMP 40 Pejompongan - Jakarta Pusat. Namun kendala jarak
sekolah dengan rumahnya di Petamburan yang jauh, beliau kemudian dipindahkan ke
sekolah yang relatif lebih dekat dengan tempat tinggalnya, yakni SMP Kristen
Bethel Petamburan dan lulus pada tahun 1979. Beliau kemudian melanjutkan
sekolahnya di SMA Negeri Islamic Village Tangerang dan lulus pada tahun
1982.
Pada tahun 1983, Habib Rizieq mengambil kelas bahasa Arab di
Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA). Namun setelah 1 tahun menempuh
studi, beliau mendapat tawaran beasiswa dari Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
untuk kuliah di Arab Saudi. Beliau kemudian melanjutkan program sarjana jurusan
Studi Agama Islam (Fiqh dan Ushul Fiqh) di King Saud University yang
ditempuhnya selama 4 tahun. Pada tahun 1990 Habib Rizieq dinyatakan lulus
lengkap dengan predikat Cum Laude. Pada tahun 1992 sebelum kembal ke Indonesia,
beliau sempat mengajar sebagai guru SMA di Arab Saudi selama 1 tahun.
Selain memberikan ceramah agama, sepulangnya ke tanah air
Habib Rizieq juga menjadi kepala sekolah Madrasah Aliyah di Jam'iyyat Khair
sampai pada tahun 1996. Ketika sudah tidak menjabat lagi sebagai kepala
sekolah, beliau masih aktif mengajar di sekolah sebagai guru Fiqh dan Ushul
Fiqh. Pengalaman organisasinya dimulai saat beliau menjadi anggota
Jam'iyyat Khair. Beliau juga pernah menjabat sebagai anggota Dewan Syariah
di BPRS At-Taqwa Tangerang. Beliau juga adalah ketua sejumlah majlis ta'lim
Jabotabek.
Habib Rizieq sempat mengambil program pascasarjana di
Universitas Islam Internasional Malaysia selama 1 tahun. Setelah itu beliau
kembali ke Indonesia sebelum magisternya selesai karena terkendala biaya.
Setelah beberapa tahun berlalu, akhirnya beliau mampu melanjutkan pendidikannya
di bidang Syari'ah dan meraih gelar Master of Arts (M.A) pada tahun 2008 di
Universitas Malaya dengan tesis berjudul "Pengaruh Pancasila Terhadap
Pelaksanaan Syari'at Islam di Indonesia".
Pada tahun 2012, Habib Rizieq kembali ke Malaysia dan
melanjutkan program pendidikan doktor dalam program Dakwah dan Manajemen di
Fakultas Kepemimpinan dan Pengurusan Unisversiti Sains Islam Malaysia (USIM).
Saat ini beliau sedang menyelesaikan disertasinya yang berjudul "Perbedaan
Asal dan Cabang Ahlussunnah Wal Jama'ah" dibawah pengawasan Prof. Dr.
Kamaluddin Nurdin Marjuni dan Dr. Ahmed Abdul Malek dari Nigeria.
AKTIVITAS SEHARI-HARI
Selain sibuk memimpin organisasi FPI, dalam kesehariannya beliau juga berjualan minyak wangi dan perlengkapan Shalat di toko miliknya. Beliau juga aktif berdakwah dan mengajar di Jam'iyyat Khair. Di rumahnya setiap malam Jum'at diadakan pengajian yang dimulai dari pukul 17.30 sampai 20.30. Wirid yang dilantunkan adalah wirid Al-Lathif dan Ratib Al-Haddad. Dua macam wirid ini cukup populer dikalangan tarekat Hadadiyyah yang namanya diambil dari Sayyid Abdullah Al-Haddad yang dinisbatkan kepada Imam Alawi bin Ubaidillah putra Imam Ahmad Al-Muhajjir yang dipandang sebagai Founding Father kaum Hadrami (Hadrammaut - Yaman Selatan). Tarekat yang dianut oleh para Habib adalah tarekat Alawiyyin / Alawiyyah yang berasal dari kata Ba'alawi yaitu suatu marga yang berasal dari Sayyid Muhammad bin Alawi. Tarekat ini berbeda dengan tarekat pada umumnya, perbedaan tersebut dapat dilihat dari praktiknya yang tidak menekankan segi Riyadhah (olah rohani) dan kezuhudan melainkan lebih menekankan kepada amal, akhlak, dan beberapa wirid serta dzikir ringan.
FRONT PEMBELA ISLAM (FPI)
Habib Rizieq mendeklarasikan berdirinya FPI pada tanggal 17
Agustus 1998 di Pondok Pesantren Al-Umm, Tangerang. Front Pembela Islam adalah
sebuah organisasi massa Islam yang berpusat di Jakarta. Selain beberapa
kelompok internal yang disebut sebagai "Sayap Juang", FPI juga
memiliki kelompok Laskar Pembela Islam. Mereka adalah kelompok paramiliter yang
dianggap kontroversial karena melakukan aksi penertiban terhadap
kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan syariat Islam terutama pada bulan
Ramadhan.
FPI merupakan sebuah organisasi yang memiliki struktur. Adanya stuktur menunjukkan bahwa hubungan antara satu bagian dengan bagian yang lain merupakan suatu ikatan atas-bawah secara hirearkis. Relasi tersebut berlangsung dalam sebuah komando dengan posisi puncak ditempati oleh Habib Rizieq Shihab. Ide dan gagasan yang berkembang dalam tubuh FPI berasal dari Habib Rizieq. Posisi Habib Rizieq dipuncak komando dan wacana terbilang semakin kuat, hal ini terjadi karena adanya pencitraan yang positif terhadap dirinya oleh para pengikut FPI. Pencitraan positif ini juga dihubungkan dengan keimanan, pengetahuan, dan keberaniannya dalam membela Islam. Konsistensi adalah refleksi keimanan beliau. Karya tulis, pendidikan tinggi, serta kedalaman ilmu yang dimiliki beliau adalah bukti wawasan keilmuan beliau yang begitu luas. Beliau tak gentar menghadapi tantangan dan resiko walau harus masuk penjara adalah bukti keberanian beliau. Dimata pengikutnya, Habib Rizieq memliki semua sifat dan citra positif ini.
Dalam kehidupannya Habib Rizieq hidup sangat sederhana. Hal ini dapat dilihat dari rumah beliau yang berukuran cukup kecil dan berada di gang sempit, dan itu pun masih mengontrak. Mobil yang beliau gunakan juga masih kredit, padahal beliau sangat mungkin untuk hidup secara mewah dari jaringan sosial dan posisi yang beliau pegang saat ini. Namun semua itu ditolak oleh Habib Rizieq dan memilih hidup sederhana sembari berjuang menegakkan agama Allah.
Pilihan hidup tersebut membuat kedekatan jarak sosial semakin erat antara Habib Rizieq dengan para pengikutnya sehingga beliau tetap berada dalam kelas sosial budaya dengan para pendukungnya. Kenyataan lain yang membuat menguatnya citra positif Habib Rizieq di kalangan pengikutnya adalah kedekatan Habib Rizieq dengan beberapa tokoh politik, pejabat, dan militer, sebut saja Jendral Wiranto, Mayjen Jaja Suparman, Irjen Noegroho Djayusman, serta beberapa pejabat tinggi negara. Hubungan relasi tersebut secara tidak langsung semakin memperkuat wibawa dan pengaruh Habib Rizieq dimata para pengikutnya.
Ditengah perjalanan hidup beliau, berbagai cobaan pernah dialaminya, misalnya saja pada tanggal 3 Sya'ban 1419 H/22 November 1998 terjadi peristiwa Ketapang. Kejadian ini merupakan bentrok yang melibatkan ratusan preman dengan anggota FPI. Peristiwa ini menyeret FPI dalam tragedi berdarah yang menggemparkan dunia. Bahkan pada tanggal 11 April 1999 Habib Rizieq ditembak oleh orang tidak dikenal dan beliau berhasil selamat dari usaha pembunuhan tersebut.
Setahun kemudian yaitu sepanjang tahun 2000 terjadi penangkapan besar-besaran terhadap aktivis FPI diberbagai wilayah. Benarlah kata pepatah mengatakan "Semakin tinggi pohon menjulang, semakin kencang angin menerjang". Begitulah yang dialami oleh Habib Rizieq Shihab beserta para aktivisnya yang terpaksa harus keluar masuk penjara serta menghadapi berbagai cobaan, cacian, dan ancaman.
Tepat pada tanggal 16 Oktober 2002, Habib Rizieq dipenjara dalam rutan Polda Metro Jaya tanpa adanya alasan yuridis yang jelas. Selanjutnya beliau keluar dari penjara meskipun harus menjadi tahanan rumah. Lalu pada 20 April 2003 penahanan Habib Rizieq ditangguhkan. Akan tetapi pada 21 April 2003 Habib Rizieq kembali dijebloskan ke rutan Salemba dan lagi-lagi hal ini pun juga tanpa alasan yang jelas.
Beberapa tahun kemudian tepatnya pada tanggal 30 Oktober 2008 Habib Rizieq divonis 1,5 tahun penjara karena dinyatakan bersalah terkait penyerangan terhadap massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) pada peristiwa insiden di Monas 1 Juni silam.
Tidaklah heran jika Sulthonul Ilmi Al-Habib Salim As-Syatiri pimpinan Ribat Tariem Hadrammaut Yaman pernah menyampaikan dalam haul ayahandanya Al-Quthub Al-Habib Abdullah bin Umar As-Syatiri bahwa "Para Habaib, ulama, shalihin serta Auliya' banyak sekali di bumi ini termasuk di Indonesia, akan tetapi, sangat jarang sekali ada seorang Habib yang berani seperti Habib Rizieq, Mungkin adanya 800 tahun sekali, itu pun dulu ketika zaman Al-Imam Faqih Muqaddmam Muhammad bin Ali-Ba'alawi".
Habib Rizieq berdakwah bukan hanya dengan amar ma'ruf nahi munkar, namun beliau bersama dengan FPI dan para pengikutnya juga melakukan berbagai bakti sosial di berbagai negeri di Indonesia. Tak layak hal ini dapat mengundang simpati masyarakat dari berbagai kalangan. Sangat jauh berbeda dengan pemberitaan-pemberitaan yang selalu menyudutkan atau memojokkan Habib dan FPI.
FPI merupakan sebuah organisasi yang memiliki struktur. Adanya stuktur menunjukkan bahwa hubungan antara satu bagian dengan bagian yang lain merupakan suatu ikatan atas-bawah secara hirearkis. Relasi tersebut berlangsung dalam sebuah komando dengan posisi puncak ditempati oleh Habib Rizieq Shihab. Ide dan gagasan yang berkembang dalam tubuh FPI berasal dari Habib Rizieq. Posisi Habib Rizieq dipuncak komando dan wacana terbilang semakin kuat, hal ini terjadi karena adanya pencitraan yang positif terhadap dirinya oleh para pengikut FPI. Pencitraan positif ini juga dihubungkan dengan keimanan, pengetahuan, dan keberaniannya dalam membela Islam. Konsistensi adalah refleksi keimanan beliau. Karya tulis, pendidikan tinggi, serta kedalaman ilmu yang dimiliki beliau adalah bukti wawasan keilmuan beliau yang begitu luas. Beliau tak gentar menghadapi tantangan dan resiko walau harus masuk penjara adalah bukti keberanian beliau. Dimata pengikutnya, Habib Rizieq memliki semua sifat dan citra positif ini.
Dalam kehidupannya Habib Rizieq hidup sangat sederhana. Hal ini dapat dilihat dari rumah beliau yang berukuran cukup kecil dan berada di gang sempit, dan itu pun masih mengontrak. Mobil yang beliau gunakan juga masih kredit, padahal beliau sangat mungkin untuk hidup secara mewah dari jaringan sosial dan posisi yang beliau pegang saat ini. Namun semua itu ditolak oleh Habib Rizieq dan memilih hidup sederhana sembari berjuang menegakkan agama Allah.
Pilihan hidup tersebut membuat kedekatan jarak sosial semakin erat antara Habib Rizieq dengan para pengikutnya sehingga beliau tetap berada dalam kelas sosial budaya dengan para pendukungnya. Kenyataan lain yang membuat menguatnya citra positif Habib Rizieq di kalangan pengikutnya adalah kedekatan Habib Rizieq dengan beberapa tokoh politik, pejabat, dan militer, sebut saja Jendral Wiranto, Mayjen Jaja Suparman, Irjen Noegroho Djayusman, serta beberapa pejabat tinggi negara. Hubungan relasi tersebut secara tidak langsung semakin memperkuat wibawa dan pengaruh Habib Rizieq dimata para pengikutnya.
Ditengah perjalanan hidup beliau, berbagai cobaan pernah dialaminya, misalnya saja pada tanggal 3 Sya'ban 1419 H/22 November 1998 terjadi peristiwa Ketapang. Kejadian ini merupakan bentrok yang melibatkan ratusan preman dengan anggota FPI. Peristiwa ini menyeret FPI dalam tragedi berdarah yang menggemparkan dunia. Bahkan pada tanggal 11 April 1999 Habib Rizieq ditembak oleh orang tidak dikenal dan beliau berhasil selamat dari usaha pembunuhan tersebut.
Setahun kemudian yaitu sepanjang tahun 2000 terjadi penangkapan besar-besaran terhadap aktivis FPI diberbagai wilayah. Benarlah kata pepatah mengatakan "Semakin tinggi pohon menjulang, semakin kencang angin menerjang". Begitulah yang dialami oleh Habib Rizieq Shihab beserta para aktivisnya yang terpaksa harus keluar masuk penjara serta menghadapi berbagai cobaan, cacian, dan ancaman.
Tepat pada tanggal 16 Oktober 2002, Habib Rizieq dipenjara dalam rutan Polda Metro Jaya tanpa adanya alasan yuridis yang jelas. Selanjutnya beliau keluar dari penjara meskipun harus menjadi tahanan rumah. Lalu pada 20 April 2003 penahanan Habib Rizieq ditangguhkan. Akan tetapi pada 21 April 2003 Habib Rizieq kembali dijebloskan ke rutan Salemba dan lagi-lagi hal ini pun juga tanpa alasan yang jelas.
Beberapa tahun kemudian tepatnya pada tanggal 30 Oktober 2008 Habib Rizieq divonis 1,5 tahun penjara karena dinyatakan bersalah terkait penyerangan terhadap massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) pada peristiwa insiden di Monas 1 Juni silam.
Tidaklah heran jika Sulthonul Ilmi Al-Habib Salim As-Syatiri pimpinan Ribat Tariem Hadrammaut Yaman pernah menyampaikan dalam haul ayahandanya Al-Quthub Al-Habib Abdullah bin Umar As-Syatiri bahwa "Para Habaib, ulama, shalihin serta Auliya' banyak sekali di bumi ini termasuk di Indonesia, akan tetapi, sangat jarang sekali ada seorang Habib yang berani seperti Habib Rizieq, Mungkin adanya 800 tahun sekali, itu pun dulu ketika zaman Al-Imam Faqih Muqaddmam Muhammad bin Ali-Ba'alawi".
Habib Rizieq berdakwah bukan hanya dengan amar ma'ruf nahi munkar, namun beliau bersama dengan FPI dan para pengikutnya juga melakukan berbagai bakti sosial di berbagai negeri di Indonesia. Tak layak hal ini dapat mengundang simpati masyarakat dari berbagai kalangan. Sangat jauh berbeda dengan pemberitaan-pemberitaan yang selalu menyudutkan atau memojokkan Habib dan FPI.
#SPIRITMUSLIM






